Selasa, 05 Oktober 2010

Jakarta Teramcam Bakal Tenggelam


JAKARTA - Setelah badan Jalan RE Martadinata di utara Jakarta ambles, kekhawatiran pun merembet ke sepanjang wilayah pesisir dan pusat kota. Benarkah kawasan Ibukota akan tenggelam?

Terminologi tenggelam, menurut pengamat perkotaan Yayat Supriyatna, bukan seperti posisi Jakarta yang tiba-tiba terendam air. "Tapi itu karena proses permukaan tanah yang semakin menurun,"

Dampak permukaan tanah yang terus menurun, kata Yayat, secara ekstrem baru dirasakan mulai 10 sampai 20 tahun mendatang.

Apa penyebab utama penurunan permukaan tanah?


Itu karena eksploitasi air tanah dan di bawah permukaan laut.

Bila tidak ada intervensi teknologi, misalnya membangun tembok atau tanggul, dan upaya mengurangi pengambilan air tanah maka skenario ekstrem tenggelam, ya pasti tapi lambat.

Prosesnya seperti apa?


Genangan ini terjadi misalnya tekanan kuat dari laut. Biasanya terjadi saat pasang laut, air dari sungai yang tidak bisa masuk ke laut, parkir di daerah yang buruk kondisi permukaan tanahnya.

Beberapa daerah yang kondisinya lebih rendah akan tergenang. Hukum gravitasinya begitu.


Estimasi penurunan permukaan tanah sampai jauh di bawah permukaan laut?


Ada kenaikan permukaan laut, dari data Intergovernmental Panel on Climate Change, misalnya yang memprakirakan angka pada tahun 2030, 2070, dan 2100.

Pada 2030, pasang air laut akan naik 8cm, rata-rata 18 cm, dan paling tinggi 29 cm. Jadi yang dikhawatirkan kemungkinan tenggelam, iya.

Tahun 2070, diperkirakan permukaan pasang air laut akan naik 21 cm, rata-rata 44 cm, dan paling tinggi 71 cm.

Pada 2100, pasang air laut akan naik 31 cm, rata-rata 66cm, dan paling tinggi 110 cm.

Kalau 2030 pasang air laut naik 29 cm, maka kita tinggal bayangkan saja daratan di pesisir dengan permukaan air yang ada.

Kalau ternyata kita mengalami penurunan, ya akan tenggelam. Otomatis kalau laut lebih tinggi, ya tenggelam, dalam pengertian air masuk ke daratan.

Itu estimasi ekstrem.

Ada Untungnya Juga Punya Kekasih Anak Mama

Studi: pria dengan julukan 'anak mama' ternyata bisa jadi kekasih atau suami yang baik.

Pria yang sejak kecil hingga dewasa memiliki hubungan sangat dekat dengan ibunya seringkali mendapat julukan 'si anak mama'. Masalahnya, pria tipe ini umumnya memiliki sifat manja. Itulah sebabnya mereka kerap mendapat reputasi buruk di mata wanita.

Namun, penelitian terbaru menunjukkan pria dengan julukan 'anak mama' ternyata bisa menjadi kekasih atau suami yang baik. Apa alasannya?

Seperti dikutip dari laman Cosmopolitan.com, sebuah penelitian dari Arizona State University, menemukan bahwa pria yang dekat dengan ibunya sejak kecil memiliki kemampuan komunikasi lebih baik dan tingkat empati lebih tinggi daripada pria yang kurang dekat dengan ibunya.

“Akibat kedekatannya dengan seorang ibu, perasaan mereka jauh lebih sehat. Tipe pria ini lebih menghormati hubungan monogami dari pada pria yang kurang punya koneksi dengan ibunya,” kata terapis perkawinan asal New York City, Rachel Sussman.

Kebanyakan pria 'anak mama' selalu dekat dengan ibunya selama bertahun-tahun. Dengan demikian hubungan yang baik antara ibu dan anak juga bisa mempengaruhi hubungan mereka ketika telah memiliki kekasih. Pria tipe ini cenderung bisa menjadi pendengar yang baik, lebih terbuka dan bersedia mendengar keluhan pasangannya.

“Dengan mengamati cara ia berhubungan dengan orangtua dan mendapatkan umpan balik yang baik, ketika dewasa pria 'anak mama' lebih mungkin melawan stereotip maskulin, yang salah satunya gemar memainkan perasaan wanita. Umumnya, pria tipe ini lebih memahami perasaan wanita,” ujar penulis studi Carlos Santos,

Tim Uruguay Tiba di Indonesia

Mereka yang tiba awal yakni Alvaro Gonzalez, Diego Perez, Ramirez Gaskon, Fernando Muslera

Tim nasional Uruguay, yang akan melakoni laga persahabatan dengan tim nasional Indonesia, tiba di Jakarta pada hari ini, Selasa 5 Oktober 2010, pukul 13.05 Wib.
Mereka yang tiba di gelombang pertama dari lima kelompok melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta, adalah Alvaro Gonzalez, Diego Perez, Ramirez Gaskon, Fernando Muslera.

Para pemain tiba dengan menggunakan pesawat Cathay Pacific dengan nomor penerbangan CX 7777 yang sebelumnya transit di Hongkong sebelum menuju Indonesia.

Setibanya di Jakarta, puluhan fans fanatik berjubel menyambut kedatangan para pemaian Uruguay itu. Satu yang menjadi sorotan para fans adalah Fernando Muslera merupakan kiper timnas Uruguay yang saat ini bermain di klub liga Italia Lazio.

Sebuah spanduk besar membentang bertuliskan 'Selamat Datang di Indonesia Fernando Muslera dari Lazio Indonesia' yang ditulis dalam bahasa Italia, ditujukan kepada Fernando Muslera.

Para fans langsung bergerak menghampiri bintang Lazio itu untuk meminta tanda tangan dan foto bersama, sambil berteriak yel-yel 'selamat datang Fernando Muslera, kami dari Lazio Indonesia'

Tidak berlama-lamaan bertemua para fans, para pemain langsung diboyong ke bus rombongan dan langsung menuju  Hotel Four Season Jakarta tempat para pemain menginap.

Sementara kloter berikut akan tiba tiba pukul 15.15 Wib penerbangan langsung dari Eropa, dilanjutkan kloter khusus dua pemain yang berlaga di Liga Eropa seperti Diego Forlan dan Luis Suarez, datang pukul 17.00 Wib yang merupakan kloter terpisah. Dilanjutkan pada pukul 19.00 dan kloter akhir pukul 22.00 Wib.